KETULUSAN YANG KONSISTEN

Lukas 16 :10 “Barangsiapa setia dalam perkara-perkara kecil, ia setia juga dalam perkara-perkara besar. Dan barangsiapa tidak benar dalam perkara-perkara kecil, ia tidak benar juga dalam perkara-perkara besar.

Seseorang yang jujur, menurut ukuran Kristus, adalah orang yang akan menyatakan ketulusan dengan konsisten. Sementara banyak orang mempraktekkan timbangan menipu dan neraca palsu, yang dengan itu mereka berusaha memajukan kepentingan usaha mereka didunia dimana hal ini adalah kebencian pada pemandangan Allah. Namun banyak orang mengaku memelihara hukum-hukum Allah tetapi sedang mempraktekkan timbangan menipu dan neraca palsu. Apabila seseorang sungguh-sungguh berhubungan dengan Allah dan memelihara hukum-Nya dengan benar, maka kehidupannya akan menyatakan bukti iman itu; karena segala tindakannya akan serasi dengan pengajaran-pengajar an Kristus. Ia tidak akan menjual kehormatannya demi keuntungan duniawi. Prinsip-prinsipnya dibangun diatas landasan yang pasti, dan tindak-tanduknya dalam perkara-perkara duniawi adalah suatu catatan hidup tentang prinsip-prinsip yang dipercayai olehnya. Ketulusan yang teguh bersinar-sinar laksana emas ditengah-tengah barang rongsokan dan sampah dunia. Penipuan, kepalsuan dan ketidaksetiaan mungkin tidak terlihat dan tersembunyi dari mata manusia, tetapi tidak dari mata Allah. Malaikat-malaikat Allah, yang memperhatikan perkembangan tabiat dan menimbang kelayakan moral, mencatat dalam buku-buku surga transaksi-transaksi kecil ini yang sesungguhnya mengungkapkan tabiat yang sesungguhnya. Jika seseorang pekerja dalam pekerjaan hidup sehari-hari tidak setia dan meremehkan pekerjaannya, dunia tidak akan menghakimi dengan tidak benar jika dunia menilai standar agama orang tersebut terhadap praktek yang dilakukannya dalam berbisnis.
—(terjemahan bebas) dari Testimonies, jilid 4, hlm. 310-311.

Integritas Moral yang Teguh

Pekerjaan Allah memerlukan orang-orang yang moralnya tinggi untuk terlibat dalam penyebarannya. Orang-orang yang diperlukan adalah yang hatinya berani dengan semangat yang suci, orang-orang yang niatnya kuat yang tidak mudah goyah, yang dapat melepaskan setiap kepentingan yang bersifat mementingkan diri dan menyerahkan semua demi salib dan mahkota. Pekerjaan kebenaran masa kini adalah suatu penderitaan bagi manusia yang setia pada pengertian terhadap apa yang benar dan wajib dilakukan, manusia yang memiliki ketulusan moral yang teguh dan yang mengeluarkan tenaganya sebanding dengan pemeliharaan Allah terhadap dirinya.
Kemampuan-kemampuan seperti itu lebih berharga daripada kekayaan yang telah diinvestasikan kedalam pekerjaan dan karya Allah. Tenaga, ketulusan moral, dan niat yang kuat untuk melakukan apa yang benar merupakan kemampuan-kemampuan yang tidak dapat didatangkan dengan sejumlah emas. Orang-orang yang memiliki kemampuan-kemampuan ini akan mempunyai pengaruh dimana-mana. Kehidupan mereka akan lebih berkuasa daripada kepandaian berpidato yang tinggi. Allah memerlukan orang-orang yang hatinya, pikirannya, dan moralnya tulus, yang dapat Ia jadikan tempat menyimpan kebenaran-Nya, dan yang dengan benar dan teguh akan menyatakan prinsip-prinsipnya yang suci dalam kehidupan mereka sehari-hari.
—(terjemahan bebas) dari Testimonies, jilid 3, hlm. 23.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: