Leave No Trace

Ketika meningkatnya angka dari orang-orang yang mencari kesenangan dan keindahan akan rekreasi di alam bebas, tanda serta bekas yang kita tinggalkan pada lingkungan dan alam sekitarnyapun akan meningkat. Polusi Air, Sampah dan gangguan kepada tumbuh-tumbuhan, kehidupan rimba dan pengunjung lain, semuanya adalah indikator kebutuhan untuk perlunya dikembangkan suatu etika daratan internasional yang melindungi area alami. Leave No Trace Program adalah Pendidikan yang dirancang untuk memperkecil dampak social dan dampak lingkungan itu dalam area ini dan didasarkan pada prinsip sebagai berikut:

Prinsip Leave No Trace
· Perencanan dimuka dan persiapan
· Berkemah dan berpergian diatas permukaan tanah yang tahan dan awet
· Berkemaslah luar dalam (tidak hanya barang di ransel anda saja)
· Buanglah kotoran dengan benar
· Biarkan apa yang ada temukan
· Minimkan penggunakan dan akibat dari api unggun
· Latihlah diri untuk bertanggung jawab terhadap lingkungan perjalanan

Leave No Trace lebih tergantung pada sikap dan kesadaran dibandingkan pada peraturan diatas dan aturan spesifik lainnya. Akibat minimum dari perjalanan dan berkemah harus fleksibel dan serta terpatri dengan pertimbangan dan pengalaman. Keterampilan Leave No Trace Ini adalah dirancang untuk hutan hujan tropis di Amerika Latin. Konsep dasarnya akan berlaku pada hampir semua daerah hutan tropis lainnya, dan dapat digunakan sebagai dasar untuk mengembangan petunjuk local Leave No Trace. Variabel seperti jenis lahan, tumbuh-tumbuhan, kehidupan rimba, tanah lapang dan jumlah serta jenis penggunaan suatu area semua hal tersebut perlu untuk dipertimbangkan ketika menentukan tehnik Leave No Trace mana yang akan diterapkan. Prisip dari Leave No Trace inidirekomendasikan sebagai tutunan untuk meminimalkan bekas-bekas dari kehadiran anda di keindahan serta daerah yang dilindungi di hutan hujan tropik. Perjalanan anda bahkan akan lebih menyenangkan jika anda juga turut serta dalam pemeliharaan daerah liar untuk generasi yang akan datang. Prinsip Leave No Trace ini juga mendukung aturan pemerintah atau non pemerintah setempat dalam hal melindungi daerah yang dilindungi. Temukanlah san pelajarilah peraturan daerah yang akan dikunjungi sebelum anda memulai perjalanan.

Rencana kedepan dan Persiapan

Disainlah perjalanan anda dengan hati-hati agar cocok dengan tujuan dan tingkat pengetahuan outdoor anda, ini merupakan langkah yang pertama dalam PERSIAPAN. Perjalanan ke hutan tropik yang dipersiapkan dengan cermat akan lebih selamat, menyenangkan dan baik pada lingkungan.

Pilih tujuan atau maksud yang layak.

Walaupun perjalanan anda hanya dengan tour mengemudikan mobil, piknik, berjalan-jalan atau perjalanan multy day ke dalam suatu areal hutan, pikirkanlah tujuannya dan apa yang akan anda dapat dari perjalanan anda serta rencanakanlah. Jika anda menginginkan bersantai dengan cara berjalan-jalan, maka ikutilah jalan setapak yang jelas yang tidak jauh dari jalan serta membawa peralatan yang minimal. Untuk perjalanan backpacking yang lebih advance, bawalah makanan yang cukup, air dan shelter yang harus cukup untuk diri sendiri. Hindarilah perencanaan perjalanan yang over ambisius atau terlalu sulit, sehingga anda mempunyai energy untuk lebih pemeliharaan lingkungan alam disekitar anda.

Kenal daerah dan apa yang akan dihadapi.

Tanyakanlah pada penduduk setempat mengenai keadaan medannya, cuaca, peraturan dan kehidupan liar yang terdapat didaerah yang akan dikunjungi. Informasi ini akan sangat membantu anda dalam perencanaan rute anda serta juga pakaian, peralatan, air, bahan bakar dan makanan. Petugas PPH atau jagawana juga merupakan sumber informasi yang bagus tentang kebiasaan penduduk setempat. Gunakanlah visitor center atau informasi yang tersedia lainnya. Anda juga bisa menggunakan informasi yang terdapat pada internet.

Dapatkan ijin dan ikuti aturan badan yang berwenang

Badan yang mengelola daerah yang dilindungi bekerja keras menyediakan informasi dan melindungi daerah tersebut. Dengan mengikuti aturan dan anjuran tentang dimana dan bagaimana cara melakukan perjalanan dan berkemah, maka anda secara tidak langsung telah ikut melindungi flora dan fauna pada daerah yang dilindungi ini.
Saat mengunjungi daerah yang dekat dengan daerah yang dimantapkan (contoh Cibodas). Rencanakan untuk menggunakan jalan setapak yang telah ada, shelter, areal camping, dan fasilitas lain. Jaga dampak anda terpusat pada area yang diijinkan. Perkirakan untuk bertemu dengan orang lain dan berbagi area dengan mereka. Perlakukanlah fasilitas seperti shelter hujan dan kakus umum seperti halnya rumah kepunyaan sendiri.

Saat mengunjungi alam bebas (daerah yang agak jauh dari peradapan) Praktekan dengan keras tehnik Leave No Trace. Karena area yang jauh tersebut akan meningkatkan kemampuan anda dalam berpetualang dengan soliter, perjalanan di daerah ini juga lebih memerlukan usaha dan kemampuan. Pada perjalanan multi day backpack atau perjalanan di sungai, tempat mendirikan tenda yang tertentu sangat susah untuk dijumpai dan akan terserah pada anda untuk mendirikan dan merubuhkan areal camping Leave No trace anda.

Kunjungan dalam group kecil.

Dan jika mungkin, selama musim atau hari-hari dimana tingkat kunjungan sedikit. Group kecil akan lebih tenang, lebih personal dan akan tidak begitu terlihat pada orang lain dan binatang liar. Group kecil juga akan mengurangi gangguan pada orang lain yang mungkin sedang mencari kesendirian. Cobalah untuk memperhatikan jumlah group anda dalam perjalanan hiking atau tour alam bebas. Kenali aturan local mengenai jumlah maksimal dalam satu grup sebelum melakukan perjalanan.

Jika anda memilih untuk melakukan perjalanan dalam group yang besar, ada banyak cara untuk mengurangi impact atau akibat dari group anda. Ini juga termasuk dengan cara memisahkan group anda dalam beberapa group kecil. Dan melakukan perjalanan dalam waktu yang berbeda atau rute yang berbeda. Jika akan mendirikan tenda, pilihlah tempat yang cukup luas untuk menampung keseluruhan grup tanpa memperlebar ukuran dari campsites atau membuka areal camp sites baru. Jika cara ini tidak mungkin, pecahlah kelompok jadi beberapa kelompok dan dirikan tenda ditempat terpisah. Jika camping dengan Kelompok yang besar akan lebih mudah mengakomodasinya pada tempat camping yang telah ditentukan dengan fasilitas seperti tempat parkir, wc/kamar mandi dan tempat sampah.

Pilih peralatan dan pakaian yang layak.

Untuk membantu anda untuk tidak meninggalkan jejak (Leave No Trace), bawalah peralatan yang serba guna dan hanya bawa yang benar-benar kamu butuhkan. Kompor camping yang ringan dan portable shelter seperti tenda yang free standing, akan memberikan anda fleksibilitas dalam pemilihan tempat camping yang tidak mudah rusak. Dimanapun anda pergi di alam bebas, skop tangan kecil yang untuk berkebun akan sangat berguna untuk menggali lobang guna menguburkan kotoran manusia untuk meminimalkan impact yang terjadi pada lingkungan sekitar.

Tetap nyaman didalam hutan hujan tropis termasuk juga dengan memakai sepatu yang cocok, sepatu boots tahan air dengan sole yang tersambung akan membuat lebih mudah mejaga kaki anda tetap kering. Celana panjang dan baju lengan panjang akan lebih sejuk dipakai dan juga melindungi dari gigitan serangga serta iritasi dari tumbuhan. Untuk perlindungan tambahan terhadap serangga anda juga bisa memakai obat anti serangga pada setiap lipatan, kerah dan permukaan kulit yang terbuka. Kurangi dampak visual anda pada orang lain dengan tidak memakai dan menggunakan pakaian yang tidak sopan.

Bungkus ulang makanan

Jika anda akan menyediakan sendiri makanan untuk perjalanan anda, rencanakan makanan anda dengan hati-hati untuk mengurangi sampah yang akan anda bawa ke alam bebas. Bungkus ulang makanan yang dipacking dengan kotak, botol dan kaleng kedalam kantong isi ulang atau kantong plastik, ini akan mengurangi berat dan tempat. Pada perjalanan di daerah yang jauh bawalah makanan ektra untuk persediaan jika seandainya terjadi cuaca jelek atau keterlambatan lainnya. Pakai ulang atau recycle kantong-kantong yang memungkinkan.

Stay safe.

Dengan memelihara diri sendiri dan group anda saat perjalanan di alam bebas, anda akan berada pada posisi melindungi lingkungan. Berhati-hatilah pada perjalanan anda dan kemampuan camping serta juga kelompok anda, sehingga anda tetap bisa terkontrol. Peliharalah jalan setapak yang anda gunakan jangan potong kompas (memotong jalan setapak yang telah ada), gunakanlah peta dan kompas. Bawalah P3K kit dan kenali cara penggunaannya. Tinggalkan copy dari rencana perjalanan anda pada orang yang anda kenal. TIM SAR kadang kala sangat susah, mahal dan kadang merusak lingkungan alam.

BERKEMAH DAN PERJALANAN DI PERMUKAAN YANG PADAT.

Didalam hutan-hutan tropis yang subur, jumlah kunjungan kadang bisa mengakibatkan vegetasi hutan jadi rusak, tanahnya jadi belumpur sehingga terjadi erosi. Pembatasan terhadap erosi adalah aspek yang penting dalam Leave No Trace Traveling dan Camping. Dimanapun dan bagaimanapun perjalanan dan camping anda, batasi aktifitas anda mempertahankan permukaan yang bisa mentolerasi pergerakan manusia tanpa terusakan atau terbinasakan. Yaitu dengan melaksanakan kegiatan anda diatas batu atau permukaan yang keras, anda akan lebih menikmati hutan hujan tropik tanpa harus merusak tanaman dan menyebabkan erosi.

Diarea populer, yang penggunaanya terkonsentrasi

Area rekreasi dengan jalan setapak, shelter, papan penunjuk jalan, dan WC umum yang sudah tersedia biasanya lebih pupoler dari pada area yang tidak mempunyai fasilitas tersebut. Karena tingkat penggunaan yang tinggi pada area tersebut telah menimbulkan dampak yang disebabkan oleh kegiatan manusia, penggunaan yang berkelanjutan akan sedikit menambah dampak tersebut. Gunakanlah segala bentuk fasilitas yang telah disediakan untuk mengurangi dampak dari kegiatan anda dan juga merupakan perlindungan terhadap kondisi alam disekeliling.

Tetap pada Jalur

Parkir, berjalan atau camping diluar dari tempat yang ditentukan, akan menggangu lahan, vegatasi dan kehidupan liar. Bagaimanapun juga lewatilah daerah genangan dan bebatuan serta berlumpur untuk menghindari jalan setapak menjadi melebar atau terbentuknya jalan setapak yang baru. Berjalan dengan memotong jalan, terutama sekali sewaktu dalam perjalanan pulang akan membuat jalan baru yang membingungkan pengguna lain dan juga akan menyebabkan kerusakan bahkan erosi. Saat mengemudi, di areal jalan tak beraspal, sempit dan berlumpur, usahakan untuk tetap pada bahu jalan yang keras. Hindari bagian yang gembur yang mungkin akan membekas setelah dilewati. Usahakan untuk tidak merusak tumbuhan disekitar pinggiran jalan. Bergeraklah lebih pelan dari pergerakan normal, sehingga anda bisa lebih hati-hati dan juga bisa mengamati kehidupan liar.

Saat hiking, pertimbangkanlah untuk menepi sebagai courtesy untuk hiker lain yang berpapasan, dan usahakan untuk tidak merusak tumbuhan saat menepi dari jalan setapak. Carilah tempat yang keras seperti batu atau permukaan tanah untuk menepi. Jika ini tidak memungkinkan berhentilah ditempat yang agak lebar, sehingga yang lain bisa cukup tempat untuk lewat. Saat camping, berhentilah sedini mungkin sehingga anda punya waktu untuk memilih tempat yang aman, dan cukup kompak untuk mendirikan tenda sebelum malam menjelang. Sampai di campsite lebih cepat juga akan membantu anda untuk memilih tempat lain jika seandainya tempat favorit anda sudah ditempati yang lain.

Pilihlah tempat camping yang telah ditentukan

Boleh juga tempat yang sudah mempunyai shelter, atau tempat camping yang ada pengelolanya atau juga tempat yang terlihat sebagai tempat yang pernah dipakai untuk camping.Lokasi camping yang baik pada umumnya ditemukan permukaan yang kompak seperti permukaan tanah berbatu yang rata, berpasir, kerikil dan lainnya.

Pilih tempat yang cukup lebar untuk menampung grup anda.

Hindari untuk melebarkan dan membersihkan area atau membuat tempat baru, shelter, dapur, dan tempat lalu-lalang harus tetap berada pada area yang telah disediakan atau ditempat lain yang mempunyai permukaan tanah. Sama halnya juga dengan tempat camping resmi, kembalikanlah tempat camping anda tersebut seperti sedia kala seolah-olah tempat tersebut tidak pernah dipakai untuk camping. Kalau bisa lebih natural dari pada saat anda temukan.

Dirikan tenda jauh dari aliran sungai,

Danau dan sumber air lainnya sebisa mungkin untuk melindunginya dari pencemaran dan juga untuk memberikan kesempatan pada kehidupan liar datang untuk minum. Patokan yang baik adalah sekurang-kurangnya anda mendirikan tenda 60 meter dari sumber air. Normalnya dengan langkah orang dewasa jarak ini kira-kira 70 – 80 langkah. Jika permukaan tanah atau vegetasi tidak memungkinkan untuk melakukan ini, pilihlah tempat yang minimal agak berjarak dari sumber air. Waspadalah dengan tempat yang tingkat airnya berubah tiba-tiba atau banjir, tempat camping haruslah bebas dari tanda-tanda bekas aliran air.

Minimalkan perubahan pada camp site anda

Untuk membatasi erosi, sebagai contoh, dengan memilih camp site yang sedikit agak miring atau condong, air tidak akan menggenang selama hujan, Buatlah parit kecil disekeliling tenda anda. Jika anda membersihkan campsite anda dari daun batu dan ranting serta dahan pohon, kembalikan lagi seperti semula sebelum anda pergi, karena semua itu bisa mengurangi impact dari tetesan hujan dan aliran air pada permungkaan tanah. Hammocks merupakan pilihan yang popular sebagai tempat tidur di hutan hujan tropik dan bisa diikatkan diantara dua pohon dibawah rain fly (lembar pelindung hujan). Jaring nyamuk biasanya juga ditambahkan disekeliling tepi dari hammock. Sistem tidur seperti ini sangat berguna saat susah untuk mendapatkan permukaan yang baik dan keras untuk mendirikan tenda. Hommock juga hendaknya hanya digunakan pada pohon yang tidak berlumut, berbunga dan tumbuhan sensitif lain yang tumbuh disekitar batang atau dahan pohon. Gunakan strap yang lebar untuk melindungi batang dan dahan pohon, jangan pernah menggunakan paku sebagai anchors (pengaman).

Perjalanan dan camping anda mungkin akan mengotori tempat camping, jika anda pergi meninggalkan tenda di camp site untuk sesaat, gantunglah makanan dengan terbungkus rapi jauh dari tanah atau jika anda memakai cooler box tutuplah dengan rapat dan beri pemberat diatasnya. Amankan peralatan sehingga tidak akan tertiup oleh angin. Jika anda meninggalkan camp sites, bersihkanlah seperti sediakala, hal ini mungkin juga akan meningkatkan keinginan yang sama pada pengunjung lain untuk membersihkan bekas camp sitesnya juga saat akan meninggalkannya.

Jagan berisik, Radio portable, tape player dan hand phones membawa hubungan langsung dari dunia luar. Banyak pengunjung lain yang akan merasa terganggu oleh suara ini. Suara dan musik yang keras bisa juga menganngu ketenangan kehidupan binatang liar. Jika anda memilih mempergunakan benda-benda diatas, lakukanlah dengan pelan-pelan.

Pemakaian yang menyebar pada area yang masih murni

Pada beberapa area di hutan hujan tropis memungkinakan untuk melakukan perjalanan keluar dari jalan setapak kedaerah yang masih murni seperti area yang tidak pernah tersentuh oleh aktivitas manusia. Daerah tersebut sangat gampang untuk dijamah dan juga merupakan rumah bagi binatang yang sangat sensitive terhadap kehadiaran manusia. Tidak ada tempat untuk kendaraan di daerah murni ini, kegiatan dengan kendaraan 4×4 hendaknya dilakukan hanya dijalan dan trails yang memang sengaja didisain untuk kendaraan. Kunjungan ke area yang masih murni hendaknya hanya jika area tersebut terbuka untuk umum dan hanya jika anda komit terhadap dibutuhkannya tehnik-tehnik Leave No trace. Cobalah untuk melakukan hal-hal berikut ini saat mengunjungi daerah ini:

Jumlah anggota grup terbatas (sedikit saja)

Saat melakukan perjalanan atau camping di area yang masih murni, Jumlah maksimum adalah 4 sampai 6 orang, jumlah ini bagus sekali sebagai peyeimbang antara safety dan low impact

Lakukan perjalanan di permukaaan yang keras

Seperti batu, pasir, kerikil dan daun daun yang jatuh. Cobalah untuk memakai permukaan ini untuk berjalan atau camping sebisa mungkin. Jika tidak ada, pilihlah hal yang tebaik lainnya. Permukaan yang keras adalah tempat dimana anda bisa melangkah tanpa meninggalkan tanda-tanda kehadiran anda yang permanen.

Hidari permukaan yang mudah rusak

Habitat liar yang sangat penting, atau daerah lain yang mana tanda kehadiran anda akan meninggalkan dampak yang permanen terhadap kehidupan liar, tumbuhan, atau permukaan tanah. Lindungi tumbuhan yang mudah rusak atau tumbuhan unik seperti: semaian bibit, lumut dan lainnya. Saat melintasi area yang sukar untuk dihindari, lakukanlah dengan melangkah diatas tumbuhan tersebut atau menyelinap diatara tumbuhan tersebut tanpa merusaknya. Pada daerah yang berlumpur, semua tumbuhan merupakan tumbuhan yang mudah rusak. Tumbuhan membantu menahan humus organik yang jatuh dan mudah terkikis air. Serta akar pohon akan terlihat dan akan lebih mudah rusak saat tanah lumpur terkikis.

Jangan meninggalkan tanda-tanda.

Seperti tumpukan batu, bacokan pada pohon. Ini akan membuat pengunjung lain akan meniru apa yang anda lakukan.

Hindari camping didekat jalan setapak, air atau camper yang lain. Dengan begini anda akan lebih menikmati kesendirian (jika dibutuhkan) lebih menikmati kehidupan liar.

Kurangi dampak di perkemahan.

Perjalanan kecil bolak-balik di area camping merupakan hal yang sering mengakibatkan dampak. Jalan keluarnya adalah memilih permukaan yang keras sebagai jalan akses bolak-balik sehingga kerusakan dapat dikurangi. Kurangi mondar-mandir diareal camp dan buatlah rute pergerakan yang berubah-ubah untuk menghindari kerusakan pada tumbuhan yang mudah rusak. Pakailah sandal yang empuk disekitar camp area, jangan pakai sepatu boot yang bersol keras.

Batasi lamanya anda tinggal.

Meninggalkan tempat camping setelah satu atau dua malam merupakan hal yang sangat bagus dalam hal mengurangi dampak anda dan pastikan tempat camping anda kembali seperti sedia kala.

Hindari pembukaan jalur baru

Jika hutan yang dilewati terlalu lebat dan anda merasa membutuhkan menyela jalan setapak untuk menghindarinya, alangkah lebih baik jika anda berbalik kearah anda datang dan cari rute lain yang memungkinkan. Perjalanan keluar dari jalan setapak di hutan yang lebat dan membuat jalan baru, bukanlah hal aktivitas rekreasi yang bisa dimaafkan pada lokasi hutan lindung dan hendaknya hal tersebut merupakan wewenang pengelola hutan lindung. Navigasi di hutan tropik yang lebat sangatlah susah tanpa kemampuan peta dan kompas yang baik atau tidak kenal baik dengan medannya.

Pack It in, Pack It Out

Pertimbangkanlah kata-kata ” Leave No Trace” sebagai tantangan untuk membawa kembali semua yang anda bawa masuk hutan. Apakah anda melakukan perjalanan dengan kaki, mobil atau kapal, bungkus semua sampah anda dan buanglah kedalam tong sampah atau tempat pembuangan yang resmi. Lebih baik lagi jika anda mau untuk mengambil sampah yang anda temukan di sepanjang perjalanan dan biarkan tanah dan air tetap bersih saat anda menemukannya.

Diawal perjalanan kurangi sampah.

Sebelum berangkat, bungkus ulang makanan anda kedalam container pakai ulang, seperti kantong plastik dan buanglah segala bentuk bungkusan yang akan menambah berat dan menyebabkan sampah. Ini merupakan latihan untuk mengurangi sampah yang secara tidak sengaja anda hasilkan diperjalanan. Karena sampah kecil seperti bungkus permen dan bungkus coklat, bisa terbuang dengan tidak sengaja dari kantong dan ini akan menyebabkan sampah, buanglah bungkus permen dan simpan permen dalam kantong plastik.

Buang sampah dan kotoran dengan benar.

Sampah yang bukan sampah organic seperti bungkusan seharusnya dibuang dulu di rumah. Membakar sampah sangat tidak disarankan karena sampah kadang mengandung plastik, foil dan sangat susah untuk dibakar habis. Puntung rokok adalah sampah dan juga bisa menyebabkan bahaya kebakaran selama musim kering. Jika anda merokok, ingatlah untuk benar-benar memadamkan puntung rokok anda dan bawalah keluar dari hutan bersama dengan anda. Puntung rokok, bersama dengan sampah lainnya yang ditemukan disepanjang perjalanan, bisa ditarok didalam kantong plastik kecil dan masukan kedalam kantong ransel anda hingga anda menemukan tong sampah diluar hutan atau bawalah sampai kerumah.

Rencanakan dan siapkan makanan secermat mungkin.

Untuk membatasi sampah, atau makanan yang terbuang. Semua bungkus makanan termasuk pernak-pernik bungkusan lainnya, haruslah dibungkus dalam kantong plastik dan bawalah keluar dari hutan dan buanglah dalam tong sampah atau dirumah anda. Jika anda dalam perjalanan dan perjalanan balik akan melewati jalur yang sama, anda bisa meninggalkan dulu sampah yang telah dibungkus rapi dan jika anda memakai jalur yang sama untuk pergi dan pulang sebaiknya anda meninggalkan makanan yang akan anda makan sewaktu pulang di tempat anda akan menginap dan usahakan untuk menyimpannya jauh dari jangkauan binatang serta terbungkus rapi dan jangan lupa mengambilnya sewaktu pulang. Karena membawa makanan bolak-balik sama saja artinya anda membawa sampah (bungkus dan lainnya) bolak-balik.

Hindari membakar makanan dan menimbun makanan.

Karena api unggun kadang-kadang tidak membakar sepenuhnya, membakar sisa makanan tidaklah efektif. Juga mengubur sisa makanan juga bisa menarik binatang untuk menggalinya. Makanan manusia bukanlah merupakan makanan untuk binatang. Untuk kesehatan dari binatang, jangan mengubur sisa makanan atau bungkus makanan dialam bebas.

Buanglah kotoran dengan benar

Manusia menghasilkan bermacam type kotoran yang sangat sulit untuk dibungkus dan harus dibuang dengan sebaik mungkin. Sebagai contoh, kotoran manusia dan air kotor dari memasak dan mencuci.

Buang kotoran manusia dengan benar.

Untuk menghindari polusi pada sumber air, penyebaran penyakit, atau pengalaman yang tidak menyenangkan pada orang lain di belakang kita. Dan jika ditemukan adanya toilet yang tersedia, gunakanlah fasilitas tersebut.

Empat petunjuk untuk membuang kotoran manusia:
· Hindari mencemarkan sumber air
· Hindari kontak dengan serangga dan binatang
· Maksimal breakdown
· Minimalkan kemungkinan dari dampak social

Catholes

Cara ini adalah cara yang selalu digunakan dalam pembuangan kotoran manusia saat toilet atau kakus tidak tersedia. Lubang ini harusnya berada jauh dari pada sumber air, jalan setapak, campsites dan daerah lain yang mungkin akan dilewati oleh aliran air hujan. Sebagai petunjuk umum, gali lobang dengan jarak 20 meter dari jenis-jenis lokasi diatas. Tempat ini haruslah tersembunyi dari lalu lalang orang-orang. Lobang ini haruslah berjauhan satu sama lain, jadi carilah dengan cermat lokasi pembuangan ini selama dalam perjalanan anda. Untuk penampungan yang cukup terhadap kotoran manusia dalam lubang ini, pilihlah tempat yang berupa tanah atau humus organic dari pada tempat yang berpasir. Galilah lubang kira-kira dengan dalam 20cm dan lebar 15 cm. Hati-hati jangan sampai merusak akar pohon sewaktu menggali.

Untuk penutup lubang tutup lagi dengan tanah galiannya dan buatlah tersamar dengan menutupi atasnya dengan bahan-bahan alami (daun dan ranting yang gugur). Jika anggota group anda tidak bisa melakukannya di lobang tersebut (misalnya anak kecil) maka jika anda berniat untuk melakukan perjalanan dengan keluarga, ada baiknya anda memilih lokasi yang mempunyai sarana toilet atau kakus.
Hindarilah membuang kotoran kedalam sungai atau aliran air. Menutupi kotoran dengan batu juga bukanlah penyelesaian yang baik. Penanganan yang buruk terhadap lubang kotoran akan menyebabkan kemungkinan ditemukan oleh pengunjung lain, sebagai tambahan menutup lubang dengan batu akan menjadikan proses pembusukan dan penghancuran kotoran berjalan lama karena terbatasnya kelembaban dan panas.

Urine:

Air seni hanya mempunyai sedikit efek pada tumbuhan atau lahan dan sedikit saja ancamannya kepada kesehatan manusia. Sebagai sedikit perhatian pada pengunjung lain, saat buang air kecil menjauhlah dari orang lain, jalan setapak, area camp. Menuangkan air diatas air seni akan mengurangi baunya.

Toilet paper

Pergunakan kertas toilet yang non-dyed, non perfume. Toilet paper adalah sampah dan bungkuslah dengan plastik untuk menghilangkan baunya. Atau mengubur toilet paper lebih baik ketimbang membiarkannya dipermungkaan tanah, tapi tidak disrankan karena mengubur toilet paper akan butuh waktu lama untuk hancur, bahkan kadang akan muncul keluar atau di gali dan dirobek-robek oleh binatang. Alternatif dari toilet paper adalah yang berbahan akrap lingkungan atau jika persediaan cukup gunakanlah air.

Minimalkan penggunaan sabun dan sisa makanan pada air buangan

Untuk menghindari tercemarnya sumber air saat mencuci baju atau piring anda. Sabun hendaknya tidak masuk ke dalam telaga atau sungai kecil, jadi gunakanlah dengan hati-hati dan hanya seperlunya. Jika mandi, basahilah badan terlebih dahulu dan kemudian saat memakai sabun dan membilas badan lakukan jauh dari sumber air (kira-kira 60 meter). Prosedur ini memfilter sabun dari air bilasan sebelum mencapai sumber air. Mencuci baju juga usahakan menjauh dari sumber air.

IARKAN APA YANG ANDA JUMPAI

Orang-orang datang ke alam bebas adalah untuk menikmati kondisi alami dan pengalaman di lingkungan yang menghasilkan kejuatan dan tantangan. Membuat orang-orang merasakan kesendirian dan menemukan dan membiarkan kehidupan liar, tumbuhan, batu karang, artifak arkeologi dan objek menarik lainnya tanpa menggangunya. Istilah popular untuk ini adalah ” Take nothing but picture; leave nothing but footprints.”

Minimalkan perubahan lokasi.

Gali parit untuk tenda atau penggunaan materi alami untuk membuat meja, kursi, atau shelter akan merubah pemandangan alami. Sementara jenis “Camp craft” merupakan praktek umum, peralatan moderen dan etika Leave No Trace telah menjadikan praktek umum diatas menjadi usang. Sebagai ganti memotong dahan besar dipohon untuk membuat tempat perlindungan atau tempat tidur, penggunaan tarp (flying sheet) dan matrass atau hammock; maka camping anda akan lebih mudah dan lebih nyaman.

Tinggalkan lokasi yang sudah ada sebelumnya seperti saat anda menemukannya.

Pelajarilah bentuk dan kondisi tempat tersebut saat anda sampai disana. Jika anda memindahkan batu atau ranting, kembalikan keposisi semula. Perhatikanlah, kadang-kadang lokasi yang sudah ada adalah merupakan tempat camp tradisional milik penduduk setempat.

Hindari merusak kehidupan tumbuhan dan pepohonan

Tidak perlu merubah bentuk pohon atau memendekannya dengan gergaji, golok atau memasang kawat. Memotong dahan atau mengulitinya akan membuat bagian dalamnya terbuka terhadap serangga, yang kemungkinan akan merusak pohon tersebut begitu juga dengan bacokan pada pohon akan meninggalkan kerusakan permanen. Gunakanlah bahan yang lebar untuk mengikatkan sesuatu item pada dahan pohon, ini akan melindungi pohon tersebut.
Memetik bunga, daun atau tumbuhan yang bisa dimakan oleh seseorang terlihat sebagai suatu yang tidak membahayakan, akan tetapi bagaimana kalau banyak orang yang melakukannya, ini akan menimbulkan kerusakan substansial atau mempercepat kerusakan species yang memang sudah dalam keadaan bahaya kepunahan. Anggrek dan lumut sebagai contoh untuk tumbuhan hutan hujan tropik yang merupakan incaran para kolektor amatir. Alangkah lebih baiknya memelihara tumbuhan tersebut pada ekosistimnya dan hanya mengambil photo, sketsa dan kenangannya untuk dibawa pulang.

Biarkan objek natural dan artifak kebudayaan.

Objek alami yang menarik dan indah, seperti kristal, kulit kerang, dan fosil hendaknya dibiarkan agar orang lain bisa juga menemukan dan menikmatinya juga. Etika yang sama juga berlaku untuk artifak kebudayaan, yang meliputi lukisan, kerajinan tangan, anah panah, pekakas, potongan barang tembikar, dan sisa-sisa struktural. Di banyak negara, artifak dilindungi oleh undang-undang dan illegal untuk menggali, menggangu atau memindahkan apapun dari benda-benda tersebut dari tempat ditemukannya. Lokasi arkeologi dan artifak kebudayaan disucikan oleh beberapa orang setempat. Ini juga membantu kita untuk memahami manusia dan sejarah alami yang mencakup efek dari penyakit, perubahan cuaca dan pergeseran populasi binatang. Gangguan pada artifak ini atau membawanya keluar dari lokasi akan merupakan juga sebuah pemindahan suatu bab dari suatu cerita yang penting dan menarik . Jangan pernah camping atau memasak ditempat-tempat seperti itu.

Hindari mengganggu binatang liar.

Lakukanlah perjalanan dengan tenang dan berikan tempat pada binatang, mereka butuh untuk merasa aman. Hutan merupakan rumah dari berbagai jenis binatang, beberapa diantara mereka berada dalam bahaya kepunahan. Jangan makan, memancing, mengejar atau memaksa binatang untuk melarikan diri. Ini akan membuat binatang susah untuk melanjutkan makannya, minum, bahkan melakukan perkawinan dan kegiatan hidup lainnya. Ini juga akan membuat mereka keluar dari habitat yang mereka inginkan. Jangan pernah mengganggu burung atau sarang binatang. Dengan teropong atau lensa tele akan memungkinkan anda untuk mengambil photo atau menikmati mereka dari jauh. Jangan membunuh binatang kecuali anda punya ijin untuk berburu, atau dalam keadaan survival. Membunuh binatang seperti ular dan kadal hanya karena rasa takut pada mereka, akan membuat kerusakan pada keseimbangan ekologi. Binatang ini tidak memburu manusia, mereka tidak akan menyerang jika tidak merasa terganggu.

Lindungi air bersih saat memancing.

Jangan menggunakan bahan kimia atau dinamit untuk menangkap ikan. Kegiatan tersebut dapat mengakibatkan kerusakan permanen pada sungai dan aliran air. Jangan membunuh burung atau binatang kecil untuk umpan. Jika anda memancing untuk kesenangan dan olahraga, pertimbangkanlah untuk menggunakan prinsip ” Tangkap dan Lepaskan” untuk memelihara populasi dari ikan. Jika anda memancing untuk dimakan, tangkaplah hanya yang bisa dimakan tanpa mensia-siakannya. Baik memancing atau berburu, ikuti aturan pemerintah lokal untuk aktivitas tersebut.

Hormati hak milik dan Bantu yang lain melakukan hal yang sama.

Cegahlah pencurian dan vandalisme dengan mengunci mobil dan menyimpan peralatan anda ditempat yang tidak terlihat. Patikan anda mempunyai ijin sebelum melewati tempat pribadi. Dan selalu menutup setiap gerbang yang anda lewati (jika mempunyai pintu).

MINIMALKAN PENGGUNAAN DAN DAMPAK DARI API

Leave No Trace mendorong anda untuk membatasi penggunaan api dan menganjurkan untuk memasak dengan menggunakan kompor portable dengan jenis bahan bakar apapun. Api yang dibuat dengan ceroboh akan mengancam bentuk alami dan keseimbangan ekologi dari tempat tersebut karena pemakaian dari kayu-kayunya, dan menyebabkan kebakaran hutan. Banyak tempat yang dilindungi melarang untuk membuat api unggun atau mengijinkannya pada tempat tertentu. Pertimbangkanlah walaupun anda membutuhkan api unggun. Sweater, raincoat dan kompor portable yang ringan akan mengurangi kebutuhan akan api unggun. Kompor merupakan perlengkapan yang dianjurkan untuk mengurangi dampak camping karena porteble nya, cepat untuk memasak dan tidak meninggalkan dampak pada camp site. Camper harusnya membawa kompor dan bahan bakarnya untuk memasak semua makanannya sebisa mungkin.

Jika anda tetap harus memilih membuat api, ada alternative baru pada metode pembuatan api yang membuat anda bisa tetap mempraktekkan Leave No Trace etika.

Ada lima konsep untuk diingat saat membuat api:
1. Ketahui regulasi dan kondisi cuaca
2. Pilih lokasi yang tahan lama terhadap api
3. Gunakan pohon mati dan pohon rubuh
4. Bakarlah api ungun anda hingga sampai menjadi abu
5. Gunakan Leave No Trace pembuatan api di daerah yang dilindungi.

Ketahui regulasi dan kondisi cuaca

Dan hanya membuat api dengan aman dan legal. Hindari membuat api saat berangin atau di daerah yang kering. Selalu ingat bahwa api unggun untuk beberapa daerah hanya diijinkan pada tempat-tempat tertentu.

Pilih lokasi yang tahan lama terhadap api

Pada pasir, batu atau permukaan yang tahan lainnya. Carilah permukaan yang benar-benar tahan terhadap panas dan api dari api unggun. Jika ada, buatlah api pada tempat yang tersedia, dan bersihkan sisanya untuk pengguna berikutnya.

Gunakan pohon mati dan pohon rubuh

Api unggun seharusnya dibuat ditempat banyak tersedianya kayu dan berlimpah. Kumpulkan cabang dan ranting pohon yang berserakan ditanah. Mematahkan ranting dan dahan dari pohon akan merusak pohon tersebut dan meninggalkan guratan yang akan memberikan dampak negatif pada pemandangan sekitarnya. Luangkanlah waktu untuk berjalan beberapa menit dari lokasi camp dan kumpulkanlah kayu diarea yang luas dan jangan sampai membuat suatu area menjadi kosong dari ranting-ranting dan dahan yang berserakan ditanah ini juga akan berpengaruh terhadap humus dan permukaan tanah. Jika anda camping di camping ground sebaiknya anda membawa persediaan kayu bakar sendiri. Ini akan membantu dan memberi contoh pada yang lain untuk mencegah pengurasan ranting dan dahan pada suatu daerah yang ramai dikunjungi. Gunakan kayu kecil, kayu bakar hendaknya besar diameternya tidak lebih dari pergelangan tangan orang dewasa. Kayu dengan ukuran ini bisa dipatahkan menjadi berbagai ukuran yang sesuai dengan kebutuhan, dan akan lebih mudah terbakar hingga menjadi abu. Ini akan mengurangi kebutuhan akan perlunya membawa korek api yang banyak serta gergaji, yang memberatkan, serta meninggalkan bekas yang tidak alami. Setiap sisa dari kayu yang tidak digunakan dapat ditebarkan dihutan tanpa meninggalkan dampak visual. Api anda mungkin agak kecil jika dibandingkan dengan api unggun pada umumnya, akan tetapi cukup besar untuk memasak. Tindakan ekstra dibutuhkan dalam pembuatan api di hutan hujan. Kondisi yang lembab dan basah membuat usaha pencarian kayu kering menjadi sebuah tantangan. Api unggun anda akan akan menyala lebih efektif jika anda memilih jenis kayu yang tepat. Menguliti kayu atau kulit luar kayu dengan pisau kecil akan menampakan bagian dalam yang kering sebelum dibakar.

Bakar api unggun sampai jadi abu.

Atau arang yang sangat kecil akan membuat lebih mudah membersihkannya. Disaat bekas api unggun mulai dingin untuk disentuh, jika ada arang bisa dihancurkan dengan tangan (pakai sarung tangan) hinga menjadi abu. Abu ini bisa ditebarkan disekitar permukaan tambuhan.

Gunakan tehnik api unggun LNT

Jika disuatu daerah tidak mempunyai tempat untuk membuat api unggun yang telah ditentukan, dan anda tetap untuk memilih membuat api unggun, gunakan satu dari tehnik berikut ini:

Api unggun dipalangi dengan kerikil.

Didekat sungai besar sepanjang pantai, api bisa dibuat dengan menggali pasir. Pastikan area tersebut akan tergenang disaat sungainya meluap atau pantainya pasang. Saat arang telah terbakar sampai jadi abu dan padam, pindahkanlah semua abu dan tebarkanlah secara melebar dan tutuplah lubang bekas api tersebut. Jika dilakukan dengan hati-hati, akan sangat sedikit sekali abu yang tertinggal setelah dibersihkan, dan ini akan terkikis habis selama sungai meluap. Pastikan untuk memungut semua sampah.

Tatakan api portable

Kontainer inovatif ini menggunakan baki metal dengan sisi yang kaku tinggi setidaknya 6cm untuk menampung kayu dan abu. Panci metal dan grill barbecue yang murah bisa membuat tehnik ini jadi efektif. Saat menggunakan tatakan api portable ini, tinggikan posisinya dengan menaroknya diatas batu atau tarok bagiannya yang hitam diatas bentangan kayu, sehingga panasnya tidak meninggalkan bekas pada tanah.

Api Gundukan Tanah
Api juga bisa dibuat diatas platform atau gundukan tanah, bentuk seperti ini mudah untuk dihilangkan saat anda selesai memakainya. Pertama cari bahan alami dari tanah, pasir atau kerikil yang telah lama tertumpuk. Lubang yang diakibatkan oleh pohon tumbang merupakan juga pilihan lain. Pergunakan pots atau kantong untuk membawa material ini ke tempat api dan untuk membawanya kembali ketempat semula setelah selesai memakainya. Buatlah bentuk lingkaran, dan ratakan atasnya, tebalnya kira-kira 15 sampai 20cm dan kira-kira diameternya 50cm (6inci x 24inchi) dengan tanah, Penempatan trap atau alas dibawah lahan, akan memudahkan saat pembersihannya. Ketebalan dari gundukan tanah merupakan hal yang kritis, karena ini untuk membatasi tarp dan tanah landasan dibawahnya dari panas api tersebut. Begitu api padam dan dingin, debu yang tertinggal bisa berserakan, sebagaimana disebutkan diatas dan bahan mineal itu akan kembali ke sumbernya serta bercampur, ini akan mengurangi tanda-tanda bahwa tempat tersebut pernah dipakai. Keuntungan dari membuat jenis api seperti ini adalah, bisa membuatnya diatas berbagai macam permukaan, walaupun diatas permungkaan daun yang berjatuhan atau rumput pendek, tanpa merusak permukaan atau lahan tersebut.

Disunting dari HC

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: